A. A.  Teknologi Pembelajaran 

           Teknologi pembelajaran ini memiliki dua istilah yang berbeda yakni “teknologi” dan “pembelajaran”. Di mana istilah teknologi berasal dari Bahasa Yunani yakni techne yang diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan keterampilan[1]. Secara istilah pula teknologi diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan alat bantu dalam menciptakan sebuah ide[2]. Jadi teknologi ini merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan.

Selanjutnya, istilah pembelajaran ini diidentikan dengan juga kata mengajar yang berasal dari kata ajar yang berarti arahan yang diberikan kepada individu agar bisa diikuti dengan baik. Dengan tambahan awakan “pe” dan akhiran “an” maka menjadi kata pembelajaran, yang diatikan sebagai suatu proses atau cara mengajar sehingga mampu membuat peserta didik untuk belajar. Jadi pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan sumber belajarnya yang berada di lingkungan belajar yang tentunya bertujuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.[3]

Teknologi pembelajaran merupakan sebuah teori dan keterampilan dalam desain pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan serta penilaian terhadap proses dan sumber belajar.[4] Oleh karena itu, teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan kegiatan pembelajaran terutama dapat dijadikan sebagai media yang efektif dalam pembelajaran.

B.   B.  Inovasi 

Istilah inovasi berasal dari kata Latin Innovation atau Renewal yang berarti memperbaharui atau mengubah ke sesuatu yang baru. Kata inivasi dalam KBBI diarikan sebagai pengenalan terhadap hal-hal yang baru atau penemuan baru yang berbeda dengan penemuan sudah ada sebelumnya.[5] Jadi inovasi merupakan suatu perubahan gagasan yang mendorong individu sebagai pengguna untuk mulai lebih baik dalam bekerja dan berkarya dari sebelumnya. Sumber dari munculnya inovasi ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang diantarnya faktor tak terduga, ketidak sesuaian, kebutuhan, dan perubahan persepsi.

Dari penjelasan tersebut, apabila dikaitkan dengan media pembelajaran, yang sebelumnya sumber belajar hanya menggunakan buku paket dan koran serta informasi dari perkataan orang-orang saja, maka saat ini seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat menyediakan sumber belajar yang dapat diaskes dengan mudah oleh peserta didik di mana dan kapanpun mereka berada.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi media pembelajaran adalah pengembanagan dan penerapan teknologi atau alat baru yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pembelajaran. Di mana inovasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, terjangkau dan dapat diaskes oleh semua kalangan.

C.    C. Media pembelajaran 

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai perantara untuk menghubungkan antara pemberi informasi dengan penerima informasi (pendidik dan peserta didik) yang bertujuan untuk mendorong peserta didik yang agar termotivasi sehingga dapat mengikuti pembelajaran secara utuh dan bermakna.[6] Dalam hal ini beberapa komponen dalam media pembelajaran yang meliputi sebagai perantara informasi atau pesan, sumber dan alat bantu yang efektif dalam kegiatan pembelajaran untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan peserta didik.

Dengan demikian, media pembelajaran merupakan keseluruhan alat peraga yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar berjalan secara efektif dan efesien. Namun, penggunaan media ini tidak hanya dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik, tetapi juga penggunaan media ini dapat membantu para pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran dengan lebih menarik dan interaktif. Apalagi jika media yang digunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik maka akan membantu meningkatkan semangat belajar bagi peserta didik itu sendiri.

Saat ini peserta didik tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Tentunya mereka cendrung menyukai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi. Dengan demikian, apabila para pendidik masih menerapkan media pembelajaran terdahulu kepada peserta didik ini tentunya akan menyebabkan mereka merasa bosan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, para pendidik haruslah bisa memanfaatkan perkembangan teknologi ini sebagai sarana pengembangan dalam media pembelajaran. Namun, tidak dengan menghilangkan atau melupakan media terdahulu, tetapi harus mampu mengkolaborasikan antara media terdahulu dengan media terkini. Sehingga para pendidik harus memiliki pikiran yang kreatif dan inovatif.

Sebelumnya media pembelajaran hanya menggunakan media papan tulis saja, namun seiring perkembangan zaman kini banyak media-media yang bisa digunakan untuk membantu dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa peralatan atau media yang hadir dari adanya perkembangan teknologi adalah sebagai berikut:

1.     Komputer/laptop

Dalam KBBI komputer adalah alat elektronik otomatis yang mampu menghitung dan mengolah data dan dijadikan sebagai alat penyimpanan dan pengendali otomatis. Komputer ini merupakan alat teknologi yang sudah terbentuk menjadi jaringan global. Komputer tidak hanya berfungsi sebagai sarana komputasi melainkan komputer juga bisa digunakan sebagai alat komunikasi untuk belajar dan lain lain.[7]

Dalam komputer kita juga bisa banyak menemukan berbagai situs web bisa digunakan untuk mencari buku, artikel, majalah terbaru dan masih banyak lagi hasil pencarian lainnya yang dapat diakses dimana saja. Video online juga Seperti halnya YouTube, audio online seperti audio streaming bisa didapatkan secara gratis. Termasuk perangkat lunak yang dapat digunakan untuk belajar mandiri dapat dengan mudah diunduh dari berbagai alamat situs web online. Dengan begitu komputer menjadj salah satu sarana yang sangat membantu individu dalam sebuah proses pembelajaran. Kelebihan dari komputer sendiri adalah sebagai berikut:[8]

a.     Komputer memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan keterampilan dan kecepatan siswa dalam memahami pengetahuan dan mengirim sebuah informasi.

b.     Menggunakan komputer menerima siswa dalam proses pembelajaran dapat mengontrol aktivitas tersebut untuk mempelajarinya.

c.     Komputer dapat menciptakan iklim pembelajaran yang efektif bagi anak lamban belajar (slow pembelajar), namun hal ini juga dapat berkontribusi terhadap efisiensi pembelajaran bagi siswa yang lebih cepat (quick learner)

d.     Komputer dapat diprogram untuk bekerja memberikan umpan balik terhadap hasil pembelajaran dan konfirmasitentang prestasi  siswa.

e.     Kemampuan di komputer untuk menyimpan hasil belajar penggunanya (akuntansi), komputer dapat diprogram memantau dan mengevaluasi hasilnya belajar secara otomatis.

Adapun beberapa kekurangan dari komputer diantaranya biaya operasinalnya relative lebih mahal. Kemudian diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Apabila server mengalami ganguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

2.     Proyektor/ LCD

LCD adalah monitor atau layar datar yang berfungsi untuk menampilkan tulisan atau gambar yang nantinya untuk di pantulkan pada kain atau sejenis bahan datar dengan menggunakan alat bantu berupa proyektor. D[9]engan demikian, LCD proyektor merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar dan data dari komputer pada sebuah layar. Dengan adanya LCD proyektor mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran. Kelebihan yang dimiki LCD yaitu sebagai berikut:[10]

a.     Siswa dapat menentukan sendiri materi pelajaran sesuai dengan kebutuhan.

b.     Memberikan motivasi belajar yang tinggi, karena tampilannya menarik.

c.     Dapat digunakan dalam kelas yang ukuran kebutuhan lebih luas

d.     Memfokuskan pandangan siswa pada tampilan layar monitor.

e.     Guru dapat menjelaskan materi pelajaran secara runtut dan terarah karena sudah terprogram dalam power point.

Kelemahan dari LCD sendiri diantaranya sebagai berikut:[11]

a.        Memiliki sudut pandang yang terbatas yang dapat membuat gambar yang dihasilkan berbeda-beda.

b.       Memerlukan keterampilan khusus dalam menggunakannya

c.        Harga monitor lumayan mahal sehingga harga tersebut belum dapat terjangkau oleh banyak kalangan.

3.     Handphone

Handphone merupakan sebuah alat yang dapat digunakan sebagai alat peraga atau sebagai alat pemberi informasi kepada anak atau orang dewasa. Definisi smartphone sendiri merupakan telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, berupa kemampuan yang menyerupai komputer.[12] Kini perkembangan jagat elektronik khususnya telepon seluler ialah jagat yang dititik beratkan pada proses penyampaian informasi serta memberikan hiburan melalui video, suara, gambar, tulisan, dan musik. Selain itu, kegunaan handphone saat ini juga dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Adapun kelebihan dari penggunaan handphone dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:[13]

a.   Siswa dapat menggunakan sumber daya mengetahui lebih mudah dari sebelum menerapkan keunggulan teknologi, untuk mengakses informasi   banyak digunakan di media perangkat (HP, Ipad, Tab Seluler).

b. Bahan pelajaran dipublikasikan juga interaktif dan menarik penyampaiannya lebih konseptual.

c.     Bahan pelajaran tersedia dengan pembelajaran jarak jauh, jika terbatas dari segi biaya dan waktu.

Kekurangan dari penggunaan handphone dalam pembelajaran bisa mengakibatkan siswa ketergantungan dengan handphone, tidak memperhatikan apa yang sampaikan oleh guru karena hanya sibuk dengan handphone masing-masing. Sehingga perbuatan yang demikian akan mengakibatkan pembelajaran tidak berjalan secara optimal. Maka di sini penting bagi guru untuk mengawasi dan membimbing siswa dalam penggunaan handphone saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

D.   D.  Internet Sebagai Media Pembelajaran 

Internet merupakan suatu jaringan global yang menghubungkan ribuan bahkan jutaan jaringan computer, sehingga memungkinkan setiap computer yang terhubung dengannya dapat berkomunikasi satu sama lain.[14] Memanfaatkan internet sebagai alat pembelajaran adalah dengan menggunakan internet sebagai alatnya materi pembelajaran yang digunakan untuk transmisi materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar dalam bentuk jaringan komputer yang mana saling berhubungan dengan jaringan computer lain disegala arah di dunia untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pengajaran. Dengan demikian, kita bisa menggunakan internet ini untuk dapat mengunduh informasi atau materi yang relavan, komunikasikan dengan media berkomunukasi dengan orang lain. Berdasarkan penelitian dan pengalaman, seperti yang dilakukan di banyak negara maju, internet dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran melalui tiga cara, diantaranya sebagai berikut:[15]

1.     Web Course, yaitu web yang melibatkan penggunaan internet untuk tujuan pendidikan, di mana pendidik dan peserta didik sepenuhnya fokus satu sama lain yang tidak perlu untuk bertatap muka. Hal ini mencakup bahan ajar, diskusi, latihan, tugas dan seluruh kegiatan pembelajaran yang didistribusikan melalui internet. Dalam artian, model ini menggunaka sistem remote atau jarak jauh.

2.     Web Centric Course, yaitu web yang berpusat pada penggunaan internet yang menggabungkan pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka. Dalam bentuk dokumenteryang disediakan melalui internet dan sebagain secara langsung yang berfungsi untuk saling melengkapi.

3.     Web Enhanced Coursem, yaitu web yang melibatkan penggunaan internet untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Internet di sini berfungsi untuk memungkinkan pengayaan pengetahuan dan komunikasi antara pendidik, peserta didik, teman sekelas, anggota kelompok, atau peserta didik dengan sumber lain. dalam model ini penyajianmateri harus sesuai dengan materi yang dipelajari, menarik dan berperan dalam orientasi dan komunikasi serta keterampilan lain yang diperlukan.

Salah satu situs pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai media pembejaran ini adalah E-learning. E-learing terdiri dari dua bagian yaitu “e” yang berarti “electronik” dan “learing” yang berarti “pembelajaran”.[16] Oleh karena itu, e-learing diartikan sebagai belajar dengan menggunakan jasa penunjang peralatan elektronik, khususnya peralatan computer. Dengan kata lain E-Learning adalah proses pembelajaran yang dilakukan menggunakan perangkat elektronik sebagai media dalam proses pembelajaran. Pada dasarnya E-leraning ini hadir sebagai suatu kemudahan dalam pengaskesan materi pembelajaran melalaui cara yang inovatif. Karakteristik dari situs e-learning ini mencakup tiga hal yang diantaranya meliputi: memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri disimpan di dalam komputer dan memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat dikomputer.

E-learning ini memiliki beberapa kelebihan yang diantaranya adalah sebagai berikut:[17]

a.   Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan murid dapat berkomunikasi dengan mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.

b.  Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang tersruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.

c.     Siswa dapat belajar atau mereview bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.

d.     Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet.

e.     Baik guru maupun siswa dapat melaksanakan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.

Selain kelebihan diatas tentunya e-learning ini memiliki beberapa kekurangan yang diantaranya sebagai berikut:[18]

a.     Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar siswa itu sendiri.

b.     Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis.

c.     Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.

d.     Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.

Beberapa situs atau aplikasi yang termasuk dalam e-learning adalah sebagai berikut:

a.     Ruang guru 

         Aplikasi ruang guru merupakan salah satu aplikasi yang termasuk kedalam golongan e-learning, dimana ruang guru memiliki tujuan untuk mempermudah peserta didik maupun pendidik. Aplikasi Ruang Guru atau  biasa dikenal dengan RuangGuru.com merupakan perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan. Aplikasi ini memiliki beberapa kelebihan yang diantaranya:[19]

1)    Meningkatkan kualitas guru dengan menciptakan lapangan kerja dan tambahan pendapatan bagi guru di Indonesia.

2)    Meningkatkan kualitas guru, sehingga kualitas pendidikan di Indonesia juga lebih baik.

3)    Memperkenalkan bahwa teknologi dapat membantu siswa, guru, dan orang tua menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan memenuhi kebutuhan informasi akademik melalui penerapan LMS (sistem manajemen pembelajaran).

            Selain itu, tentunya aplikasi ini memiliki kekurangan yang diantaranya sebagai berikut:[20]

1)    Ketergantungan pada koneksi internet yang kuat dan stabil untuk penggunaan yang efektif.

2)    Aplikasi  selalu  tersedia  untuk  platform  sel  Android  dan  iOS  (misalnya,  aplikasi  tidak  tersedia  untuk  pengguna  desktop).

3)    Ketersediaan  materi  terbuka  terbatas  tergantung  pada  mitra/hasil  kerja  sama  itu  sendiri.

4)    Tidak semua  pengajar  atau  pelajar  merasakan mengakses  dan  digunakan.

b.     Quipper School

        Quipper School merupakan salah satu app e-learning yang menjadi titik temu antara siswa dan guru dalam pembagian pekerjaan rumah untuk kursus online dan kursus dalam mata pelajaran yang diadaptasi dari kurikulum yang diterapkan di Indonesia, khususnya IPS, mata pelajaran IPA, matematika, dan bahasa. Aplikasi ini memiliki beberapa kelebihan yaitu sebagai berikut:[21]

1)    Mempermudah guru untuk mengirimkan tugas ke perangkat seluler siswanya.

2)    Mempermudah guru dalam melacak kemajuan pembelajaran siswa secara online.

3)    Dapat digunakan sebagai tempat dimana siswa dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru,

4)    Siswa dapat mengakses seluruh mata pelajaran dan mengirimkan pesan kepada guru tentang kesulitan belajar yang mereka hadapi.

Kekurangan dari aplikasi ini diantaranya sebagai berikut:[22]

1)    Masalah  dengan  koneksi  internet, aplikasi  Quiper  seringkali  terganggu  dengan  masalah  koneksi  internet  yang  menyebabkan  peng guna  kesulitan  dalam  menjalankan  fungsi  awal.

2)    Fitur yang terbatas, aplikasi Quiper memiliki fitur yang terbatas dibandingkan dengan aplikasi pesan instan lainnya.

c.     Zoom

            Zoom dapat dikategorikan lingkungan belajar online yang bisa  diartikan sebagai suatu jenis pembelajaran  pengajaran yang mungkin  penyampaian bahan pelajaran kepada siswa menggunakan media daring.  Media pembelajaran online seperti pendidikan alternatif elektronik berbasis memberikan banyak hal terutama manfaat proses pembelajaran jarak jauh. Kelebihan dari aplikasi ini diantaranya sebagai berikut:[23]

1)    Memiliki ruang untuk masuk besar

2)     Memiliki Kualitas gambar video dan suara yang jelas dan baik

3)     Memiliki fitur yang beragam dan menarik

4)    Bisa digunakan untuk presentasi

Sejauh ini kekurangan dari aplikasi zoom yaitu kendala jaringan dan banyaknya pemborosan paket data.

d.     Google Classroom

                 Google Classroom merupakan aplikasi yang dibuat oleh google khusus untuk mempermudah proses pembelajaran daring (online) atau bentuk pembelajaran lainnya. Aplikasi google classroom termasuk aplikasi e-learning sehingga dapat memudahkan guru dan siswa dalam melakukan pembelajaran kapan saja, dimana saja tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu.[24] Kelebihan lain yang dimiliki aplikasi Google classroom dapat memudahkan untuk mengatur kelas, mendistribusikan materi kelas, dan berkomunikasi dengan siswa tanpa hambatan dengan jadwal kelas. Selain itu, guru juga dapat langsung memberikan tugas dan menilainya kepada peserta didik. Kekurangannnya adalah dari tampilan yang kurang menarik serta tampilan yang dimiliki monoton.

E.    E.  Manfaat Teknologi Dalam Media Pembelajaran 

Penggunaan teknologi dalam media pembelajaran tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik saja melainkan bermanfaat juga bagi guru atau pendidik sebagai perancang, pengembang dalam melaksanakan proses pembelajaran. Teknologi juga berfungsi dapat mengembangkan sebuah media pembelajaran. Adapun manfaat lain teknologi dalam media pembelajaran adalah sebagai berikut:[25]

1.       Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif

Penggunaan media untuk menyiap pembelajaran di sekolah yang berupa foto atau video lebih mampu menarik perhatian siswa dibandingkan penjelasan deskriptif pembelajaran. Guru dapat menciptakan berbagai kegiatan dan merangsang siswa melalui gambar atau gambar dari objek yang dibicarakan.

2.       Pembelajaran menjadi lebih konkrit dan nyata.

Dengan media ini siswa akan dengan mudah mempelajari segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar, dipegang dan dirasakan secara langsung.

3.       Pengelolaan pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Dengan materi pembelajaran, guru dapat menghindari banyak menulis atau mengilustrasikan di papan tulis. Guru dapat membuat ilustrasi dan tulisan yang diperlukan secara tepat waktu dan tepat waktu.

4.       Mendorong siswa belajar secara lebih mandiri.

Media Pembelajaran yang sudah dirancang khusus untuk pembelajaran tertentu dapat dipergunakan oleh siswa untuk belajar baik secaraindividu maupun secara kelompok.

5.       Meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan media pembelajaran proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

6.       Proses pembelajaran dapat dilakukan di mana dan kapan saja

Program audio, video, komputer (offline dan online) adalah media pembelajaran yang dapat digunakan di mana saja dan kapan sajas esuai dengan kondisi dan situasi pendidik maupun peserta didik.

Dengan demikian, teknologi diusahakan untuk dirancang sedemikian mudah bagi pendidik dan tentunya para pendidik harus bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilanya dalam memanfaatkan teknologi yang pesat ini. Karena tujuan dari pemanfataan teknologi sebagai media ini untuk meningkatkan interaksi antar pendidik dengan peserta didik sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif.



              [1] Muhammad Yaumi, Media dan Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2018 ), hlm. 24.

              [2] Ibid., hlm. 193.

              [3]  Ahdar Djamaluddin dan Wardana, Belajar dan Pembelajaran, (Sulawesi Selatan: CV Kaffah Learning Center, 2019), hlm. 13.

              [4] Mazrur, Teknologi Pembelajaran, (Jawa Timur: P3M STAIN Palangkaraya Press, 2011), hlm. 11.

              [5] Sutiah, Perubahan Budaya Belajar dan Inovasi Pembelajaran PAI, (Malang: Nizamia Learning Center, 2018 ), hlm. 42.

              [6] Muhammad Hasan dkk, Media Pembelajaran, (Jawa Tengah: Tahta Media Grup, 2021), hlm. 29.

              [7] Tarmiji Siregar dkk, "Urgensi Aplikasi dan Pemanfaatannya Di Sekolah",  Vol. 5, No. 1, Januari – Juni 2021, hlm. 55.

              [8] Nurchaili, " Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dalam Proses Pembelajaran Kimia Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa" Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 16, No. 6, Nopember 2010, hlm. 651.

              [9] Afikurrohman, "Efektivitas Penggunaan Media LCD Proyektor Dalam Pembelajarn Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas IV di MI Nurul Huda Serang Cilacap" (Skripsi, Institut Agama Islam Imam Ghozali, Cilacap 2011), hlm. 22-23.

              [10] Lukas Nasution dkk, "Efektivitas Penggunaan Media LCD Dalam Pembelajaran Akuntansi Mata Pelajaran Ekonomi SMA Negeri 1 Sekadau", Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, Vol 4, no 5 (2015), hlm. 3.

              [11] Hujair AH Sanaky, Media Pembelajaran Interakti-Inovatif, (Yogyakarta: Kaubaka Dipantara, 2013), hlm. 155-156.

              [12] Jauharil Maknuni, " Pengaruh Media Belajar Smartphone Terhadap Belajar Siswa Di Era Pandemi

Covid-19" Vol. 02, No. 02 ,2020, hlm. 9.

              [13] Verawati dan Enny Comalasar, "Pemanfaatan Android Dalam Dunia Pendidikan " Prosiding Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas: PGRI Palembang 03 Mei 2019, hlm. 623.

              [14] Isdiyanto, "Internet Sebagai Media Pembelajaran", Vol. 2, No. 2, Desember 2005, hlm. 10.

              [15] Cecep Kustandi dan Daddy Darmawan, Pengembangan Media Pembelajaran, (Jakarta : Kencana,2020), hlm. 227.

              [16] Ade Kusmana, "E-Learning Dalam Pembelajaran", Vol. 14 No. 1 Juni, 2011, hlm. 37.

              [17] Ibid., hlm. 39.

              [18] Ina Magdalena dkk, "Pemanfaatan Media Pembelajaran E-Learning Menggunakan WhatsApp Sebagai Solusi Di tengah Penyebaran Covid-19 Di SDN Gembong 1",  Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Vol. 2, No. 2, September 2020, hlm. 7-8.

              [19] Marlina Agkris Tambunan dkk, "Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Ruang Guru Untuk Pembelajaran Daring", Vol. 01, No. 01, 2021, hlm. 3.

              [20] Ibid., hlm. 3.

              [21] Rizki Rahmawati dkk, " KEEFEKTIFAN PENERAPAN E-LEARNING-QUIPPER SCHOOL

PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI 2 SURAKARTA" Jurnal Tata Arta UNS, Vol. 1, No. 1, 2015, hlm.7.

              [22] Yani Supriani," Quipper School Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi ", hlm. 4.

              [23] Junita Monica dan Dini Fitriawati, "Efektivitas Penggunaan Aplikasi ZoomSebagai Media Pembelajaran Online Pada Mahasiswa Saat Pandemi Covid-19" Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume. IX No. 2, Juli -Desember 2020, hlm. 1634.

              [24] Rafiqa Ulfah Rangkuti,"Penggunaan Aplikasi Google Clasroom Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Blended Learning Pada Mahasiswa Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan (UNIMED)", Vol.3, 2019, hlm. 889.

              [25] Sodiq Anshori, "Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran" Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya, Vol.2, No.1, 2018, hlm. 99.